Borneo Information Specialist - News, Articles, Travelogues, Reviews, Travel Resources, etc.

e-Borneo's Main PageBorneo ToursBorneo HotelsTravel BorneoBorneo ServiceContact Borneo

borneo
Sunday, September 30, 2001

Tragedi Masratu (Kalimantan)

Oleh RE Nadalsyah

PEMBUNUHAN sadis dengan memotong-motong daging korbannya dan kemudian melemparkannya ke sungai Martapura, benar-benar tindakan kejam, barbar, dan di luar takaran peri kemanusiaan. Pelaku Bambang Ponco Soekarno (40) layak dijuluki "jagal", bahkan mungkin lebih kejam lagi. Sebab dia melakukannya secara sadar, dan direncanakan lebih dahulu.

Pembunuhan Masratu (47) dengan cepat merebak menjadi kasus nasional. Itu lantaran bobot peristiwanya yang tergolong langka, di samping menarik perhatian masyarakat. Mereka juga mudah tersulut emosinya. Massa yang marah terhadap kebrutalan Bambang, melampiaskannya dengan menghancurkan rumah tersangka, meski sudah dijaga petugas.

Kegeraman masyarakat bisa pula berlanjut pada saat digelar rekonstruksi dan penyidangan perkaranya. Mereka tak hanya ingin menyaksikan wajah si pembunuh tapi sangat mungkin pula untuk menyalurkan luapan kemarahannya. Karena itu polisi harus bekerja ekstra keras mencegah munculnya peristiwa yang tak diinginkan, sekaligus menjaga persidangan agar bisa berjalan lancar dan aman.

Tragedi Kasus Masratu mengingatkan kita dengan peristiwa pembunuhan peragawati tenar Mince di ibu kota, beberapa tahun silam. Selama berminggu-minggu media melakukan liputan khusus. Apalagi penyidangan perkara tersebut diwarnai beragam isu tentang keterlibatan anak seorang tokoh penting dalam pemerintahan.

Pak De pelakunya, sudah divonis penjara seumur hidup. Ketika angin reformasi bertiup, ia berniat melakukan PK (peninjauan kembali), dengan dalih telah terjadi rekayasa mengkambinghitamkan dirinya untuk melindungi nama baik keluarga sang pejabat.

Kini banyak pihak mempertanyakan motivasi yang mendorong munculnya perbuatan sadis dan kejam. Kalangan pengamat hukum berpendapat, tindakan brutal tersebut bisa dilatari faktor kejiwaan yang muncul dari dalam diri pelaku atau faktor lingkungan. Dalam pandangan kriminologi pemahaman faktor ini penting tak hanya untuk mengetahui tujuan pembunuhan, tapi juga untuk memperoleh kebenaran objektif sebelum menjatuhkan vonis. Karena itu ada anggapan, apakah perbuatan kriminalitas tersebut baru sampai tahap penyimpangan deviant, ataukah sudah menjadi pola perilaku menetap, dan menjadi karakter pelakunya.

Dalam kasus Masratu, hal itu tentu patut menjadi bahan pertimbangan majelis hakim sebelum menjatuhkan vonis, agar bisa diterima semua pihak. Sebab betapapun sadisnya perlakukan pembunuh, hakim harus tetap berusaha menggapai dan menggali nilai-nilai keadilan yang didambakan pencari keadilan.

Sedangkan bagi masyarakat, bisa menjadi bahan refleksi sekaligus referensi untuk memahami perilaku pembunuh dan mencegah berlangsungnya suatu pembunuhan. Ibarat pepatah "sedia payung sebelum hujan". Artinya mereka harus bersikap lebih hati-hati lagi bila melihat kecenderungan serupa.

Sebenarnya liputan media juga banyak memberi pelajaran kepada masyarakat. Kejahatan tidak hanya dikenal seperti tindak pidana yang tergolong konvensional seperti curat, curas, dan apa yang disebut sebagi penyakit masyarakat( pekat), tapi juga kriminalitas yang muncul secara temporal dan situasional. Selain pengaruh miras, tayangan televisi dan pergaulan bebas, dewasa ini penjahat juga tak segan memangsa tukang ojek dan penagih utang, seperti dialami Masratu.

Ini pelajaran dan pengalaman berharga yang harus dicamkan. Bagaimana sebaiknya menyikapi situasi kriminal yang akhir-akhir ini intensitas dan frekuensinya cenderung meningkat? Imbauan agar terhadap penjahat sadis bisa diterapkan hukuman mati, tampaknya respon yang tidak berlebihan. Sebab efek pemidanaan itu selain untuk menyadarkan dan membuat pelaku jera, juga agar tidak ada lagi orang yang mencoba-coba mengulangi praktek serupa.

Sebab sangat fatal, jikalau ketidakberdayaan hukum membuat masyarakat merasa tidak aman, karena dirinya dikitari penjahat sadis yang setiap saat siap mencabut nyawa anak manusia yang tidak berdosa.

Sayangnya para hakim sering tidak berani merumuskan dan menggali nilai-nilai hukum yang hidup di tengah masyarakat. Ketidakberdayaan itu tergambar pada putusan yang acapkali sangat jauh dari harapan pencari keadilan. Tampaknya ada benarnya pendapat yang menyatakan kemampuan hakim hanya sebatas menafsirkan bahasa undang-undang (hukum). Karenanya supremasi hukum yang digembor-gemborkan itu hanya dianggap sebagai pemanis bibir dan untuk mencapai kepuasan semu yang tidak punya makna apa-apa.

Dalam konteks antisipasi kejahatan, tugas polri jelas amat berat. Apalagi kejahatan masa kini sangat beragam, seiring kemajuan teknologi yang mampu melintasi batas antar negara. Bahkan kini muncul kejahatan jenis baru sebagai dampak globalisasi di lingkup dunia baru yang menciptakan cyberspace (dunia maya). Kejahatan seperti ini juga tidak kalah mengerikannya, karena didukung kemajuan teknologi mutakhir dan finansial sebagaimana dilakukan teroris tatkala mengebom gedung WTC dan Pentagon di AS.

Kembali pada pembunuhan Masratu, partisipasi masyarakat sangat diharapkan dalam penanggulangan kejahatan. Caranya tak lain dengan melaporkan secepat mungkin, dan kalau perlu melawan pelaku. Di tengah situasi kriminalitas seperti sekarang, penguatan daya tangkal dan resistensi masyarakat terhadap kejahatan merupakan kondisi yang mutlak harus dibangun. Dengan demikian kejahatan apa pun termasuk yang tergolong sadis sekalipun, bisa dihadapi dan ditangani sampai tuntas.

Source: Banjarmasin Post

Add your




Sunday, September 30, 2001

  • Voters give opposition the boot (Sarawak)
  • It will cost more to use public loo (Sarawak)
  • Sultan arrives for two-day visit to M'sia tomorrow (Brunei)
  • BN should field more women candidates in next election (Sabah)
  • Appointment takes Musa by surprise (Sabah)
  • House of Sabah Deputy CM razed (Sabah)
  • Hijacked tug found in Indonesia (Kalimantan/Sabah)
  • Tragedi Masratu (Kalimantan)
    Footer Other Pages

     

    .

    Travel:

    Borneo Tours  - Sabah Tours -  Sarawak Tours  -  Brunei Tours  -  Borneo All-Inclusive Tours  - Borneo Hotels   - Borneo Destinations   - Borneo Map - Borneo Weather  - Tropical Vacation - Adventure Vacation - Eco & Nature Tour - Wildlife Tour - Scuba Diving Vacation  - Info Borneo  - Travel Blog  -  Travelogue  -  Custom Borneo Tour  -  Borneo Books - Regional Hotels   - European Hotels

    Shortcuts:

    Free E-mail  - E-Cards - Currency Converter - Inside Borneo  - Inside Internet - Mailing List - Tell a Friend - Link2Us

    .

    HomeAbout UsSite Map | Announcement | Bookmark UsDisclaimerPrivacy Policy | Copyright | Contact

    Copyright � and ™ 1999-2008   e-borneo.com   All rights reserved worldwide